DARURAT! 24 JAM ANAK PANAH MASIH MENANCAP DI PAHA ANAK, KELUARGA MOHON BANTUAN PENANGANAN MEDIS MANADO, SULAWESI UTARA —

Terkini 11 Aug 2026 11:20 • 2 min read • 92 views • By Penerbit Hafid Ahmad

Share berita ini

DARURAT! 24 JAM ANAK PANAH MASIH MENANCAP DI PAHA ANAK, KELUARGA MOHON BANTUAN PENANGANAN MEDIS MANADO, SULAWESI UTARA —
Keluarga Rado Lesi tengah memohon perhatian dan bantuan dari pemerintah, BPJS Kesehatan, pihak rumah sakit, serta masyarakat luas menyusul kondisi Ra...

Keluarga Rado Lesi tengah memohon perhatian dan bantuan dari pemerintah, BPJS Kesehatan, pihak rumah sakit, serta masyarakat luas menyusul kondisi Rado yang dilaporkan mengalami kecelakaan tertusuk anak panah di bagian paha.
Peristiwa tersebut terjadi pada Senin, 10 Agustus 2026 sekitar pukul 10.00 WITA, di kawasan kebun Plais, Likupang.
Hingga Selasa, 11 Agustus 2026, atau sekitar 24 jam setelah kejadian, keluarga menyebut anak panah berukuran kecil tersebut masih menancap di paha Rado dan belum mendapatkan tindakan operasi sebagaimana yang diharapkan keluarga.
Menurut keterangan keluarga, Rado telah dibawa ke RS Centra Medika Manado untuk mendapatkan pertolongan medis. Namun, keluarga mengaku sempat mendapatkan informasi bahwa kepesertaan BPJS Kesehatan tidak dapat digunakan untuk penanganan tersebut dan diminta membayar biaya administrasi sebesar Rp2,5 juta.
Keluarga menyatakan biaya tersebut telah dibayarkan dan memiliki bukti transfer. Namun, setelah itu keluarga mengaku kembali diminta menyiapkan biaya sekitar Rp20 juta untuk tindakan operasi serta Rp3 juta untuk biaya rawat inap.
Kondisi tersebut membuat keluarga yang mengaku berasal dari keluarga kurang mampu merasa sangat terpukul dan kebingungan.
Keluarga juga mempertanyakan apakah status Rado sebagai warga asal Talaud dengan KTP bukan Manado menjadi salah satu kendala dalam memperoleh pelayanan kesehatan, terutama dalam kondisi yang menurut keluarga membutuhkan penanganan segera.
“Apakah karena Rado orang Talaud, KTP bukan Manado, dan keluarga kami tidak mampu, sehingga penanganannya menjadi sulit? Kami hanya ingin anak kami segera mendapatkan pertolongan medis.”
Keluarga berharap persoalan ini dapat segera mendapat perhatian serius. Mereka meminta pihak terkait memberikan penjelasan mengenai status kegawatdaruratan pasien, penggunaan BPJS Kesehatan, prosedur penanganan medis, serta rincian biaya yang dibebankan kepada keluarga.
Keluarga memohon bantuan dan advokasi kepada:
Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Utara
BPJS Kesehatan
Kementerian Kesehatan RI
RSUP Prof. Dr. R.D. Kandou Manado, untuk memberikan arahan apabila diperlukan rujukan atau penanganan lanjutan.
Media dan LSM, untuk membantu mengawal persoalan ini agar keluarga memperoleh informasi dan pelayanan sesuai ketentuan yang berlaku.
Keluarga berharap persoalan administrasi dan biaya dapat segera mendapatkan solusi tanpa menghambat penanganan medis yang diperlukan pasien.
NYAWA DAN KESELAMATAN PASIEN ADALAH YANG UTAMA.
Keluarga Rado Lesi kini hanya bisa berharap ada pihak yang segera turun tangan membantu agar anak mereka mendapatkan penanganan medis yang diperlukan.
Mohon bantuan untuk viralkan dan kawal kasus ini. Semoga Rado segera mendapatkan pertolongan dan bisa kembali pulih.
#BreakingNews #MohonBantuan #RadoLesi #Likupang #Manado #SulawesiUtara #BPJSKesehatan #DinkesSulut #KemenkesRI

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Breking News

Recent Articles

Popular Articles